Selasa, 27 Agustus 2013

Resensi Buku : Living Abroad


Storycake for your life: Living Abroad, Merasakan Hidup di Berbagai Negara


Judul Buku      : Storycake for your life, Living Abroad  
Penulis             : Nurul Asmayani, dkk.
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : 2013
ISBN               : 978-979-22-9558-0
Halaman          : ix+290 halaman


Sesuai dengan judulnya,  Storycake for your life: Living Abroad adalah sebuah buku yang merangkum berbagai kisah tentang para diaspora di berbagai belahan bumi.  Ditulis oleh 26 perempuan dalam 27 kisah yang mengalir dan enak di baca sebagai ciri dari buku-buku Storycake. Buku ini seolah ingin memberi gambaran, betapa sesungguhnya tinggal di negara lain tidak seperti bayangan kebanyakan  orang. Banyak suka duka bahkan butuh ekstra perjuangan untuk bisa menikmati dan merasa nyaman hidup jauh dari sanak keluarga di tanah air.

Minggu, 25 Agustus 2013

Gara-gara Kaos Cubuklu

Museum Leffter

Ini adalah hari kedelapan keluargaku berlibur di Istanbul. Setelah kemarin seharian kami habiskan di sebuah pulau yang bernama Prince Island atau Buyukada, maka hari ini kami sepakat akan pergi mengunjungi sebuah tempat  wisata yang berupa bukit kecil di pinggiran kota Istanbul. Pukul delapan pagi , kami sudah bersiap-siap untuk sarapan di sebelah lobi hotel. Kami sengaja mengenakan baju santai, celana jeans dan kaos, untuk mengurangi rasa panas di perjalanan.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Pohon Kurma...I'm in Love


Kurma??? Hmm, apa sih enaknya? Manisnya terlalu legit bahkan saking manisnya terkadang terselip rasa pahit di lidahku. Belum lagi daging buahnya yang lembek agak berserat, sangat menyiksa mulutku ketika mengunyahnya. Maka jangan heran jika  aku kurang suka dengan buah eksklusif ketika aku kecil itu.

Eksklusif?
Ya. Karena dulu waktu aku kecil buah gurun pasir ini masih sangat langka di Indonesia. Inilah yang  menyebabkan  harganya  mahal sehingga tak jarang orang menyebut kurma sebagai buah  mewah. Namun sekarang tidak lagi,  sudah sangat mudah menjumpainya di supermarket, pasar sampai pedagang kaki lima di pinggir jalan.

Minggu, 21 Juli 2013

Indahnya Tobat

Buku-4



            Perjuangan seorang sahabat dalam menemukan jalan tobat yang saya tulis dalam bentuk cerita, menjadi salah satu kisah di buku ini.

“Minta maaflah kepada perempuan itu,” terdengar suara menggelegar dari laki–laki itu seraya menunjuk seseorang yang sangat Banu kenal. Perempuan itu sedang terduduk bersimpuh di hadapan laki-laki besar yang satu lagi di ujung bukit. Dia mengenakan mukena putih berkilau, suaranya mengiba memohon agar orang–orang berbadan besar itu bersedia membebaskan Banu, suaminya. Ya, perempuan itu adalah Palupi yang terus memohon dalam tangisnya. Banu ingin berteriak memanggil Palupi dan mendekat, namun bibir dan tubuhnya terasa kaku.

Bagaimana kisah sebenarnya, bisa di baca dalam buku antologi Indahnya Tobat dengan judul Cambuk di Bukit Gersang.


Sabtu, 20 Juli 2013

Liburan Penuh Kreasi


Liburan adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh para siswa. Inilah waktu untuk sejenak mengistirahatkan anak-anak dari kejenuhan belajar. Tak terkecuali bagi kedua putriku.

Sasiva & Sattvika


Di Dubai, liburan kenaikan kelas selalu bersamaan dengan datangnya musim panas. Jadi bukan sebulan liburnya, tapi hampir tiga bulan. Inilah terkadang yang membuat jenuh anak-anak. Di minggu-minggu pertama memang sangat menyenangkan, tetapi perlahan tampak jika mereka mulai bosan

Jumat, 19 Juli 2013

Fotocopilah Surat-surat Berharga




Siapa yang tidak memiliki surat berharga di rumahnya. Akta kelahiran, surat tanda tamat belajar atau  akta pernikahan, paling tidak surat-surat tersebut pasti dimiliki oleh setiap keluarga. Namun terkadang surat-surat tersebut hilang, baik karena kecerobohan kita sendiri maupun orang lain. Terutama surat-surat yang sering kita simpan dalam dompet seperti KTP, SIM maupun STNK.  Tak terbayang bagaimana paniknya kita jika hal tersebut terjadi.

Untuk keamanannya, tidak ada salahnya kita membuat satu berkas yang menyimpan fotokopi surat-surat berharga tersebut baik yang tersimpan di rumah maupun yang ada di dalam dompet. Ini sangat berguna seandainya surat-surat hilang dan kita harus mengurus ulang.

Dengan adanya fotokopi maka pengurusan surat yang hilang akan semakin mudah. Jika memungkinkan kita juga bisa menitipkan satu berkas fotokopi surat-surat berharga pada orang tua atau keluarga yang bisa dipercaya. Karena jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan dengan rumah yang kita tempati yang menyebabkan hilangnya surat-surat tersebut, kita masih menyimpan berkas  fotokopinya di keluarga kita. 

Dimuat di rubrik Gagasan, Koran Jawa Pos, 28 Desember 2012

Lebih Baik Tidur Dalam Gelap





Kebanyakan anak-anak akan merasa takut jika saat tidur lampu dikamarnya dipadamkan. Sayangnya, banyak orang tua yang dengan ikhlas menuruti permintaan anaknya untuk tidur dengan lampu tetap menyala. Alasannya sangat sederhana, tidak apa-apa lampu menyala yang penting anak berani tidur sendiri. Dan biasanya kebiasaan ini akan terbawa terus sampai si anak dewasa. Bukan karena rasa takut lagi, tetapi lebih karena masalah kebiasaan dan ini susah untuk diubah.

Namun tidak ada salahnya jika mulai sekarang  kita belajar membiasakan diri untuk tidur dengan kondisi lampu padam atau tidur dalam gelap. Mengapa? Karena menurut penelitian para ahli, saat malam tubuh kita akan menghasilkan hormon melatonin pada kondisi gelap. Bahkan  setitik cahaya saja dapat merusak produksi melatonin tersebut. Hormon melatonin adalah hormon yang dalam sistem kekebalan mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan prostat.

Selain itu, tidur dalam keadaan gelap akan membantu aktivitas tidur lebih cepat terlelap. Karena sekeliling gelap, jadi mau tidak mau mata kita akan terpejam. Inilah yang mempercepat proses tidur kita.  Dan yang tidak kalah penting adalah penghematan energi listrik. Coba bayangkan jika dalam satu rumah terdapat minimal 2 kamar tidur. Berapa banyak energi listrik yang dapat dihemat dalam satu kota, propinsi dan negara setiap malamnya?

Jadi, jangan ragu-ragu lagi untuk mematikan lampu saat kita tidur di malam hari. Sehat dan hemat itulah alasan utamanya.

Dimuat di Rubrik Gagasan, Koran Jawa Pos, 13 Desember 2012