Kurma???
Hmm, apa sih enaknya? Manisnya terlalu legit bahkan saking manisnya terkadang
terselip rasa pahit di lidahku. Belum lagi daging buahnya yang lembek agak
berserat, sangat menyiksa mulutku ketika mengunyahnya. Maka jangan heran jika aku kurang suka dengan buah eksklusif ketika
aku kecil itu.
Eksklusif?
Ya. Karena dulu waktu aku kecil buah
gurun pasir ini masih sangat langka di Indonesia. Inilah yang menyebabkan
harganya mahal sehingga tak
jarang orang menyebut kurma sebagai buah mewah. Namun sekarang tidak
lagi, sudah sangat mudah menjumpainya di supermarket, pasar sampai pedagang kaki lima di
pinggir jalan.